24 January 2012

Nuruddin Al-Zinki diusia 1 tahun 8 bulan

Alhamdulillah...sehingga ke saat ini Dia masih memberikan kami kesempatan untuk terus membesarkan, mendidik dan mengasuh Nuruddin Al-Zinki seperti anak2 kami yg lain.kerana jika disoroti semula kisah kelahirannya sehingga kini....itulah nikmat yg paling besar buat kami.....

Namun kami tetap mengharapkan doa dan sokongan buatnya serta agar kami terus sabar dan redha dengan ujian ini....

Jg kehadiran Nusaibah menjadi penyeri tambahan buat kami. Masih jauh lg perjalanan dan ujian yg bakal kami tempuhi dalam membesarkan Nuruddin....cuma kami mgharapkan agar keluarga,rakan2,sahabat handai,rakan dakwah, rakan sekerja dan jiran2...memahami kekurangan dan situasi ini...

13 January 2012

Kelahiran srikandi kami ....Nusaibah ...2012

Alhamdulillah segal puji dan puja buat Allah swt kerana dengan izin da kehendakNya, maka tercatatlah sejarah pada jam 10.41 malam tanggal 11 Januari 2012 bersamaan 17 Safar 1433H.....lahirlah seorang srikandi buat kami.......yang kami namakan Nusaibah .... anak kami yang ke-5 dan srikandi ke-2 dalam keluarga kami.



Nama Nusaibah ini kami pilih bersamaan dengan nama sahabiah Rasulullah saw...semoga srikandi kami ini mampu menjadi seperti sahabiah ini...insyaAllah....amin

Nusaibah binti Ka'ab: Srikandi Penolong Rasulullah

DI SEKELILING Rasulullah SAW terdapat terdapat para lelaki dan wanita (baca: para shahabat dan shahabiyah) dengan keimanan dan konsistensi tiada bandingannya. Mereka adalah orang-orang yang berani, dermawan, santun, dan mengasihi orang lain.

Tak terhitung lagi banyaknya literatur sejarah yang acapkali memuji kontribusi para sahabat Rasulullah SAW, namun penting juga rasanya memeras tenaga untuk menelisik informasi yang ada tentang kontribusi para shahabiyah (sahabat wanita) Rasulullah. Di antara sekian banyak dari mereka, salah satunya adalah Nusaibah binti Ka’ab r.a. yang –bersama keluarganya—dikenal sebagai sosok yang humanis dan sering berderma.

Di berbagai kitab hadits dan sirah (sejarah), Nusaibah dikenal dengan julukan ‘Ummu Imarah.’ Setelah mendengar Islam dan mengetahuinya, wanita yang memeluk Islam pada permulaan Islam muncul ini ikut pergi bersama kaum lelaki dari Madinah ke Makkah untuk bergabung dengan komunitas muslim di bawah bimbingan Nabi Muhammad.
...Nusaibah menjadi salah satu shahabiyah terkemuka yang disegani banyak orang, karena superioritasnya, terutama keberanian ketika membela Rasulullah pada Perang Uhud...
Nusaibah kemudian menjadi salah satu shahabiyah terkemuka yang disegani banyak orang. Hal ini dikarenakan superioritasnya, terutama keberanian yang didemonstrasikannya ketika membela Rasulullah pada Perang Uhud. Ketika itu, pada perang tersebut dia bergabung dengan pasukan Islam untuk mengemban tugas penting dalam bidang humanitarian. Bersama para wanita lainnya, Nusaibah ikut memasok air kepada para prajurit muslim dan mengobati mereka yang terluka.

Sejatinya, sungguh sangat tidak biasa bagi seorang wanita untuk ikut berpartisipasi di medan perang. Namun mereka memiliki peran penting dalam mengerahkan pasukan, memacu semangat mereka dengan senandung jihad, memuaskan dahaga para prajurit yang kehausan setiap kali cuaca panas menyengat, dan yang terpenting adalah mengobati para prajurit terluka.

Kita dapat mengetahui keberanian Nusaibah pada Perang Uhud dikarenakan pada perang tersebut banyak hal-hal yang tidak berjalan mulus. Pada prosesnya, nyawa Nabi Muhammad Saw. pun berada dalam bahaya. Meski tidak dapat disebutkan peristiwa-peristiwa detil pada perang tersebut, tapi penting untuk menyebutkan bahwa ketika pasukan pemanah di bawah komando Abdullah bin Jubair mengabaikan instruksi Rasulullah dan meninggalkan pos mereka, seketika itu juga pasukan musuh di bawah komando Khalid bin Al-Walid merangsek naik menempati pos mereka.

Dalam sebuah hadits shahih dinyatakan bahwa dalam perang tersebut sedikitnya 70 sahabat terluka dan banyak lainnya yang mati syahid.
...Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan membentuk sebuah formasi pertahanan untuk melindungi Rasulullah...
Ketika melihat Rasulullah menangkis berbagai serangan musuh sendirian, lalu Nusaibah segera mempersenjatai dirinya dan bergabung dengan yang lainnya membentuk sebuah formasi pertahanan untuk melindungi Rasulullah. Berbagai buku sejarah mencatat bahwa ketika itu Nusaibah berperang penuh keberanian dan tidak menghiraukan dirinya dalam membela beliau.

Meski akhirnya kaum muslimin mendapatkan kemenangan di Perang Uhud, sejatinya perang tersebut mencatat sejumlah pelajaran penting yang harus dicamkan kaum muslimin. Di sejumlah pelajaran penting tersebut terselip sebuah nota peranan penting Nusaibah dan keluarganya yang telah berjibaku bersusah payah membela Nabi Muhammad.

Dalam rangka membela Nabi Muhammad, Nusaibah sendiri menderita luka-luka, ada sekitar 12 luka di tubuhnya dengan luka di lehernya yang cukup parah. Namun hebatnya dia tidak pernah mengeluh, mengadu, atau bersedih. Dia justru memohon kepada Rasulullah agar mendoakan diri dan keluarganya agar kelak bisa bergabung bersama beliau di surga. Dan Rasul pun mengabulkan permintaannya.

Dalam sejarah Islam, selain disebut-sebut sebagai salah satu sahabat pionir dan berani, Nusaibah juga dinyatakan sebagai seorang wanita yang memiliki kesabaran luar biasa dan selalu mendahulukan kepentingan orang lain dari dirinya sendiri. Salah seorang putranya kemudian syahid di pertempuran selanjutnya. Nusaibah menerimanya dengan penuh keyakinan bahwa putranya mendapatkan kedudukan tinggi di sisi Allah, dan menerima berita kematian itu dengan penuh kemuliaan serta kebanggaan.

Tidak hanya Perang Uhud, Nusaibah bersama suami dan putra-putranya ikut dalam, Peristiwa Hudaibiyah, Perang Khaibar, Perang Hunain dan Perang Yamamah. Dalam berbagai pertempuran itu, Nusaibah tidak hanya membantu mengurus logistik dan merawat orang-orang yang terluka. Lebih dari itu, dia juga terjun ke medan perang dan mengangkat senjata. Bahkan pada Perang Yamamah, selain mendapat sebelas luka, tangannya juga terpenggal oleh musuh.

Setelah Rasulullah SAW meninggal dunia, sebagian kaum muslimin kembali murtad dan enggan berzakat. Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menjadi khalifah pada waktu itu segera membentuk pasukan untuk memerangi mereka. Abu Bakar mengirim surat kepada Musailamah Al-Kadzdzab dan menunjuk Habib, putranya Nusaibah, sebagai utusannya.
...Pada Perang Yamamah, Nusaibah dan putranya Abdullah ikut memerangi Musailamah sampai dia tewas di tangan mereka berdua...
Musailamah memerintahkan Habib untuk menyatakan bahwa dia adalah utusan Allah, namun Habib menolaknya dengan alasan bahwa dia tuli. Musailamah yang merasa marah akhirnya menyiksa Habib dengan memotong anggota tubuhnya satu persatu sampai syahid. Meninggalnya Habib meninggalkan luka yang dalam di hati Nusaibah. Pada Perang Yamamah, Nusaibah dan putranya Abdullah ikut memerangi Musailamah sampai dia tewas di tangan mereka berdua. Beberapa tahun setelah peristiwa Perang Yamamah, Nusaibah meninggal dunia. Yassarallahu hisabaki wa yammanallahu kitabaki! [ganna/voa-islam.com/ dari berbagai sumber]

02 January 2012

Yakinlah kepadaNya

Hari ini hari ketiga dalam tahun masihi 2012. Masih panjang dan jauh lagi perjalanan dalam membesarkan anak2 yang seramai 4 orang ini. Saat ini tugasan di sekolah semakin bertambah. Semakin memberat dan menimbun fail-fail yang perlu diselia. Rasanya semua jawatan penting di sekolah tu dah disandang. Baik Ketua Panitia KH dan Sains, s/u Kokurikulum dan guru kelas.....insyaAllah saya perlu lebih berlapang dada dan redha dengan tugasan dan kepercayaan ini. 

Namun tidak sesekali mengalah dan menoleh ke belakang. Hidup ini bukan hanya untuk mencari rezeki untuk keluarga. Hidup ini juga perlu dan wajib menjalankan amanah yang lebih WAJIB.....iaitu meneruskan kerja Nabi Muhammad saw....menyampaikan dakwah dan risalah Islam buat semua umatnya di muka bumi ini...semampu mungkin.....dan kami tidak pernah sedikit pun merasai bahawa bebannya bersama gerakan dakwah walaupun kami harus berkorban tenaga, idea, masa dan harta....kerana di sinilah bermulanya ukhuwahfillah yang tidak dapat diperolehi dengan hanya duduk dirumah....


Sesekali teringat kisah dan kehidupan di Universiti....dakwah terus bergerak walau kita sibuk dengan pelajaran dan dalam keadaan kewangan dan makanan di catu....namun segala bermula dengan yakin kepadanya......

Cuba kita renung ayat ke-7 dalam Surah Muhammad:

"Wahai orang-orang beriman! Jika kamu menoolong agama Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu"


Waima apa pun ujian yang diberikan buat kami, khususnya dengan kehadiran Nuruddin Al-Zinki banyak mengajar kami erti kesabaran yang sebenar dan kebergantungan sebenar kepadaNya....dan alhamdulillah kami sedang menanti kehadiran 'orang baru' dalam kelurga kami lagi....